EN / ID
05 March 2021

Raih Penghargaan Diawal Tahun, ELSA 8 Buktikan Eksistensi Di Tengah Pandemi

Jakarta, 4 Maret 2020 - PT Elnusa Tbk (Elnusa) menorehkan prestasi di awal tahun 2021 dengan meraih kemenangan ELSA 8 sebagai “Winner 5R Competition” dalam kategori Big Barge pada penghargaan Well Construction & Intervention Adipura (WCI Adipura) tahun 2020 (2/03/2021). Eco-green Accomodation Work Barge ini telah berkontribusi mendukung produksi migas di Delta Mahakam sejak 2015 dan sebelumnya pernah meraih penghargaan 20 Best Choice of Leading Technology of Youth of Nation dari Kemenristekdikti sebagai salah satu dari 20 karya unggulan anak bangsa. Barge milik PT Elnusa Trans Samudera (Anak Perusahaan Elnusa) pada tahun 2020 kembali mencetak prestasi dan diakui sebagai Barge yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, dan juga Rajin.

Penghargaan WCI yang diumumkan secara virtual pada WCI HSEQ Meeting tersebut berlaku untuk semua kontraktor Pertamina Hulu Mahakam (PHM) didalam entity WCI. Dalam hal ini, Elnusa melakukan kontrak kerja dengan PHM yang meliputi pekerjaan HWU Drilling dan Barge. Selain itu, Elnusa juga mendapatkan Apresiasi sebagai Best I Care Leader yang diperoleh  HSE Officer Andreas M Sitorus untuk program peningkatan awareness di area kerja Elnusa. Selain itu, HSE Officer - Harjuna SS juga dinobatkan sebagai Anomaly Terbaik dalam HOC Winner pada bulan Januari 2021 kemarin.

Head of Corporate Communications Elnusa - Wahyu Irfan mengatakan “Terima kasih atas penghargaan serta apresiasi yang diberikan oleh management PHM kepada Elnusa, juga teman-teman operasi Elnusa yang terus memberikan kontribusinya dalam meningkatkan produksi migas di PHM khususnya. Dalam upaya meningkatkan aspek keselamatan dilokasi, bekerja diminta untuk selalu menerapkan Elnusa Golden Rules yaitu Patuh, Peduli dan Intervensi dan juga Corporate Life Saving Rules dan ini merupakan bukti nyata atas komitmen Elnusa yang selalu mengedepankan nilai-nilai HSSE dalam bekerja untuk mendukung peningkatan produksi migas dan juga kapasitas nasional” Tutup Wahyu.

Kembali Ke Berita