EN / ID
26 February 2016

Kinerja 2015: Fundamental ELNUSA Masih Kokoh

PT Elnusa Tbk. (“ELNUSA”), salah satu perusahaan nasional terkemuka penyedia jasa energi, melaporkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2015 dengan capaian positif.

Tahun 2015 ditandai dengan tantangan industri yang cukup berat terkait perlambatan aktivitas migas dikarenakan penurunan harga minyak dunia. Ditengah kondisi tersebut, dengan dilakukannya tindakantindakan terbaik (best effort) dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas melalui perubahan metode kerja dan inovasi berkelanjutan yang disertai pengembangan bisnis serta penetrasi pasar baru, Perseroan berhasil menekan penurunan pendapatan usaha serendah mungkin dan tetap mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup menggembirakan. Sehingga sepanjang tahun 2015 yang penuh gejolak 2 Siaran Pers - Kinerja 2015:Fundamental ELNUSA Masih Kokoh tersebut, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun atau turun 10,6% dibanding tahun sebelumnya.

Upaya efisiensi dan efektivitas yang diikuti oleh perubahan metode kerja dan inovasi Perseroan dapat terlihat dari penurunan persentase beban pokok penjualan terhadap pendapatan dari 81,99% pada tahun sebelumnya menjadi 80,96% pada tahun 2015. Marjin laba kotor tumbuh dari 18,00% menjadi 19,04%, sedangkan marjin laba usaha dan marjin EBITDA Perseroan juga masing-masing tumbuh menjadi 12,45% dan 19,56%. Masih baiknya profitabilitas Elnusa ini juga turut dikontribusikan oleh anak perusahaan Perseroan terutama PT Elnusa Petrofin yang bergerak di bidang jasa distribusi dan logistik energi yang masih memiliki profitabilitas baik pada kondisi saat ini.

Laba bersih Perseroan memang turun 11,84% dari Rp426 miliar menjadi Rp375 miliar pada tahun 2015. Namun jika laba bersih tersebut tidak memperhitungkan laba atas penjualan tanah tahun 2014 yang sebesar Rp87 miliar, maka laba bersih tahun 2015 ini masih tumbuh sebesar 10,92% dengan marjin laba bersih tumbuh dari 8,01% menjadi 9,94%.

Struktur neraca ELNUSA juga masih cukup kuat dengan posisi kas yang mencapai Rp935 miliar dan kas atas hasil operasi sebesar Rp424 miliar. Posisi hutang berbunga akhir tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp740 miliar, maka dapat dikatakan posisi ELNUSA masih berada pada kondisi net cash di mana hal ini merupakan sesuatu yang tidak banyak dimiliki oleh perusahaan dalam industri migas nasional saat ini.

Melihat pencapaian ELNUSA pada tahun 2015 tersebut, tidak salah jika dikatakan bahwa fundamental ELNUSA masih tergolong kokoh jika dibandingkan dengan kompetitor lain di industri migas nasional. Tahun 2016 memang semakin menantang bagi seluruh pemain migas baik domestik maupun global, namun dengan track record serta perencanaan strategis yang tepat, ELNUSA yakin akan dapat melalui tantangan ke depan dengan lebih baik lagi.

Kembali Ke Berita