EN / ID
28 November 2016

Elnusa Garap USD388 Juta Kontrak Jasa Hulu Migas

PT Elnusa Tbk. (“ELNUSA”), salah satu perusahaan nasional penyedia jasa energi terkemuka, menyampaikan kinerja sepanjang kuartal ketiga tahun 2016 dan update pengembangan usaha dalam pemaparan publik pada hari ini bertempat di Bursa Efek Indonesia.

Masih belum pulihnya aktivitas migas karena rendahnya harga minyak dunia memang berdampak pada berkurangnya pekerjaan di sisi Jasa Hulu Migas terutama jasa drilling dan juga wireline logging. Namun Elnusa sebagai perusahaan jasa migas terintegrasi yang memiliki keunggulan positioning dan diversifikasi usaha tetap berkeyakinan tinggi terhadap bisnis perusahaan ke depan. Hasil diversifikasi ini nampak dari tetap tumbuh baiknya jasa seismik, operation maintenance dan jasa distribusi logistik yang pada tahun ini menjadi penopang bisnis secara konsolidasi.

Sepanjang 2016 hingga September ini, Elnusa sudah mengantongi keseluruhan nilai kontrak jasa hulu migas sebesar USD388 juta yang digarap hingga beberapa tahun mendatang. Dari nilai tersebut, kontrak baru yang diperoleh pada tahun ini sebesar USD77 juta dengan kontrak jasa operation maintenance menjadi kontributor utama sebesar 57% dari total kontrak baru tersebut.

Jasa seismik darat tahun ini memiliki performa yang baik dengan tumbuh sebesar 8% dari proyek 3D seismik di Jawa Barat yang sudah hampir rampung dikerjakan. Untuk tahun depan Elnusa juga telah siap untuk melakukan pekerjaan seismik di beberapa daerah, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Jasa seismik laut yang dalam beberapa tahun ke belakang tidak aktif, kini sudah siap kembali beroperasi melalui investasi teranyar Elnusa yaitu kapal seismik “ELSA Regent”, salah satunya adalah proyek seismik 2D di Laut Jawa. Elnusa optimistis melihat peluang yang luar biasa untuk mengembangkan seismik laut Indonesia, mengingat masih banyak cadangan migas nasional di laut dalam yang dapat digarap secara optimal. Hal ini juga sejalan dengan  program Pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan kapasitas nasional mengingat hanya sedikit perusahaan nasional yang memiliki kompetensi di bidang jasa seismik laut dan hanya segelintir kapal seismik berbendera Indonesia yang berkarya di laut Indonesia.

Selain bisnis existing, tahun ini Elnusa juga sudah mulai menjajaki beberapa peluang bisnis baru di antaranya pengembangan bisnis monetisasi flare gas atau gas suar bakar. Salah satu solusi dan jasa yang dapat disediakan oleh Elnusa adalah solusi untuk memproses flare gas tersebut menjadi listrik menggunakan gas engine generator set berbahan bakar flare gas. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia untuk menurunkan gas emisi dan program Zero Flaring Pertamina serta menjawab tantangan efisiensi biaya produksi migas.

Dari sisi kinerja keuangan, sampai akhir September 2016 pendapatan usaha Elnusa terkoreksi sebesar 3,7% menjadi senilai Rp2,5 triliun jika dibandingkan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp178 miliar selain disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha diatas juga turut dibebani oleh dampak kerugian selisih kurs sebesar Rp22 miliar di mana hal ini berbanding terbalik dengan periode sebelumnya. “Meskipun demikian, capaian kinerja positif tetap terjaga pada laba usaha dan EBITDA yang tumbuh lebih dari 13% sebagai hasil dari efektivitas dan efisiensi di level operasional”, papar Budi Rahardjo, Direktur Keuangan Elnusa.

Budi menambahkan,“Di sisi lain, strategi balance sheet yang ramping dan ideal dengan cara pelunasan sebagian hutang dalam mengoptimalisasi kas terlihat dari hutang berbunga jangka panjang yang turun hingga akhir September 2016 sebesar 89,2% menjadi Rp40 miliar sehingga turut membantu mengurangi beban keuangan Elnusa sepanjang trimester tahun ini.”***

Kembali Ke Berita