Elnusa
Elnusa - Integrated Upstream Oil & Gas Services
 
     

Terdapat sejumlah sentimen yang menjadi vitamin bagi bursa Asia pagi ini. Di antaranya, pernyataan Perdana Menteri China Wen Jiabao yang menegaskan China akan fokus pada strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan China akan memperlonggar kebijakan seiring pergerakan inflasi yang moderat. Hanya saja, kenaikan bursa Asia diprediksi akan terbatas atas rencana pertemuan pemimpin Jerman dan Prancis hari ini (21/5). Kedua pimpinan akan mendiskusikan mengenai kondisi Eropa setelah pertemuan negara kelompok 8 (G-8) gagal menghasilkan strategi untuk mengatasi krisis utang Eropa.


Meski mayoritas bursa Asia mulai menghijau, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu beranjak dari teritori negatif. IHSG dibuka melorot 0,97% ke level 3.942,011 pada pukul 9.38 di Jakarta. Aksi jual masih terlihat mendominasi saham-saham dari sembilan sektor. Koreksi terbesar menerpa sektor aneka industri yang terpapas 2,36%. Sedangkan, satu-satunya sektor yang masih mampu naik tipis yaitu konstruksi sebesar 0,11%.      Pada penutupan sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbenam di zona negatif. Per pukul 16.00, indeks tercatat turun 1,01% menjadi 3.940,108. Sembilan sektor merosot dalam. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam yaitu: sektor industri lain-lain yang turun 1,78%, sektor keuangan turun 1,37%, dan sektor infrastruktur turun 1,31%. Sedangkan satu-satunya sektor yang naik adalah sektor konstruksi yang naik sebesar 0,86%.


Sejalan pergerakan IHSG yang semakin tajam mengalami penurunan, saham ELSA pun ikut terkena imbasnya. Setelah minggu lalu dapat bertahan pada angka 205, pada perdagangan diawal minggu keempat saham ELSA harus terkoreksi 7point kelevel  Rp 198 atau terkoreksi -3.41%. indikasi pelemahana saham ELSA sudah terlihat dari sesi pembukaan dimana saham ELSA turun 5 point ke level Rp 200, volume perdagangan berada pada level 7 juta lembar.

 
© 2010 PT Elnusa Tbk. All Rights Reserved.