ELNUSA Raup Pertumbuhan Laba Bersih 73 Persen

Jakarta, 17 Februari 2015 – PT Elnusa Tbk (Elnusa), salah satu perusahaan nasional terkemuka penyedia jasa energi, mengumumkan laporan keuangan audit tahun buku 2014. Per 31 Desember 2014, Elnusa masih tetap mempertahankan pertumbuhan Pendapatan Usaha sebesar 2,7% atau menjadi Rp4,2 triliun dan membukukan laba bersih sebesar Rp412,4 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 73,2% dibandingkan kinerja akhir tahun lalu yang tercatat Rp238,1 miliar.  Laba bersih per saham pun otomatis meningkat dari sebelumnya Rp32,8 menjadi Rp56,5.

Pendapatan Usaha tersebut terutama ditopang oleh 58% kontribusi dari segmen jasa hulu migas (dengan pertumbuhan kinerja di bisnis Oilfield services dan Land Seismic services) serta 37% kontribusi dari Anak Perusahaan di Jasa Hilir Migas.

Disamping upaya peningkatan pendapatan usaha, manajemen juga melakukan upaya efisiensi di tingkat biaya dan optimalisasi cash position yang ada  tercermin dalam penurunan interest expense dan peningkatan interest income.  Faktor lain yang turut mendukung raihan  laba tersebut juga adalah adanya hasil dari penjualan asset tanah Elnusa dan selisih nilai tukar mata uang.

Posisi Kas dan Setara Kas pada akhir tahun ini memang mengalami penurunan, namun hal ini terutama didorong oleh pembayaran pinjaman bank dan juga pembelanjaan aktiva tetap yang masing-masing mencapai Rp438 miliar dan Rp366 miliar. Pembelanjaan aktiva tetap tersebut merupakan investasi untuk menambah kapasitas peralatan operasi di oilfield services seperti accommodation work barge, electric wireline unit, coiled tubing unit serta di seismic services seperti geophones dan peralatan pendukung operasi lainnya.

Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa Manajemen Elnusa terus melakukan efisiensi dalam operasinya dan fokus pada pengembangan bisnis inti dengan marjin keuntungan yang lebih baik.

“Peningkatan kinerja ini adalah hasil kerja keras dan komitmen seluruh elemen dalam keluarga besar Elnusa Group termasuk anak-anak perusahaan dalam mensukseskan program Year Of Development Elnusa 2014. Selanjutnya, kami tetap optimis untuk penyelesaian pekerjaan di tahun 2015 ini. Sejumlah proyek tetap menjadi fokus utama kami, terutama di jasa Land Seismic, Hydraulic Workover, Coiled Tubing dan Electric Wireline Logging”.

Harga saham ELSA di Bursa Efek Indonesia bergerak positif sejak awal tahun 2014, dibuka pada awal tahun di posisi Rp335 dan per 16 Februari 2015 ELSA berhasil ditutup pada posisi Rp555.

Semester I 2014: ELNUSA Berhasil Mempertahankan Kinerjanya

Jakarta, 23 Juli 2014 – PT Elnusa Tbk. (“ELNUSA”), salah satu perusahaan nasional terkemuka penyedia jasa energi, melaporkan kinerja Perseroan Semester I 2014 dengan capaian positif. Pada semester I 2014 ini, Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan usahanya menjadi Rp2 triliun (tumbuh 2%).

“Pencapaian semester I 2014 ini memperlihatkan bahwa konsolidasi yang dilakukan sepanjang tahun 2013 melalui pemetaan kembali bisnis Perseroan, fokus kepada bisnis inti yang memiliki marjin tinggi serta program rejuvenating key values dari Perusahaan telah mulai terlihat hasilnya. Ke depan seiring dengan investasi yang semakin intensif Elnusa akan berada di jalur pertumbuhan yang stabil.” papar Fajriyah Usman, Vice President of Corporate Secretary ELNUSA.

Strategi ELNUSA dalam menjaga kualitas pendapatan usaha yang mampu menghasilkan profitabilitas tinggi masih tetap dilakukan. Hal tersebut terlihat dari profitabilitas yang tetap terjaga di tengah stabilnya pendapatan usaha, di mana marjin laba kotor berada di level 16% (meningkat 1%) sedangkan marjin laba usaha sedikit membaik dari 8% menjadi 9% sebagai dampak dari tumbuhnya Laba kotor sebesar 7% menjadi Rp314 miliar dan laba usaha yang meningkat 23% menjadi Rp190 miliar.

Marjin laba bersih meningkat dari 4% menjadi 9% karena pada semester I 2014 ini Perseroan membukukan laba atas penjualan aset tanah (extra ordinary income – non recurring) sebesar Rp87 miliar, yang pada akhirnya mengakibatkan peningkatan laba bersih secara signifikan sebesar 114% menjadi Rp178 miliar. Penjualan aset tanah ini merupakan suatu bentuk optimalisasi unproductive asset dimana hasil penjualannya dapat dilimpahkan sebagai tambahan investasi kepada aset lain yang lebih produktif nantinya.

Pada akhir periode semester I 2014 Posisi kas bersih hasil operasi Elnusa senilai Rp336 miliar, sedangkan total kas dan setara kas masih kuat di kisaran Rp1,1 triliun. Sejak kuartal III 2013 ELNUSA sudah tidak memiliki hutang modal kerja karena telah dilunasi sepenuhnya, sedangkan hutang bank saat ini tercatat sebesar Rp397 miliar atau turun 55% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena pembayaran hutang bank dipercepat yang dilakukan Perseroan sebesar lebih dari USD19 juta sepanjang tahun 2014.

Harga saham ELNUSA (kode emiten ‘ELSA’ di Bursa Efek Indonesia) masih bergerak positif sejak awal tahun 2014. Dibuka di awal tahun pada posisi Rp335 hingga mencapai Rp489 pada akhir Maret 2014, saham ELSA terus menanjak hingga ditutup pada level Rp640 per lembar pada penutupan 14 Juli 2014.

HSE Award 3D Manduru Extension in South Sumatera

HSE Award was presented by PT Pertamina EP to Geoscience Services Division for Land & Processing  for the HSE management in 3D Manduru Extension in South Sumatera (2012-2013) by involving 947 workers and reaching 1,117,688 man hours without Lost Time Injury (LTI).

HSE Award 3D Seismic Survey Project at Tempino Deep

HSE Award was presented by PT Pertamina EP to Geoscience Services Division for Land & Processing for the HSE management in 3D Seismic Survey Project at Tempino Deep in Jambi and South Sumatera (2012-2013) by involving 1,100 workers and reaching 1,286,896 man hours without Lost Time Injury (LTI).